Ceria akan Produksi Feronikel Mulai Tahun ini

Salah satu wujud komitmen ini adalah melalui pemanfaatan energi hijau (green energy footprint). Sejak akhir tahun lalu, smelter Ceria memanfaatkan Listrik PT PLN yang dipasok dari Kapal Pembangkit Listrik Terapung (Barge Mounted Power Plant, BMPP) dengan bahan baku diesel dan gas.
Seperti diketahui, sejak Oktober 2024, BMPP Nusantara II dengan kapasitas 60 MW melalui Gardu Induk Smelter PLN Kolaka telah memasok kebutuhan energi Listrik smelter ‘merah-putih’ Ceria.
Pemanfaatan Listrik dari energi bersih menjadi wujud komitmen Ceria bergerak maju mewujudkan masa depan energi yang lebih ramah lingkungan.
“Salah satu Misi Ceria adalah menjalankan praktik usaha yang berkelanjutan, oleh karenanya kami terus berupaya melaksanakan praktik baik dalam ESG bagi core business kami di sektor pertambangan. Bukan merupakan hal mudah, dan tentu saja tidak murah tetapi kami ingin bisnis ini bermanfaat dan berkelanjutan bagi Masyarakat” kata Tatang.
Praktik pertambangan ‘hijau’ oleh Ceria mendapat apresiasi dari banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, serta perbankan yang selama ini mendukung kegiatan operasional Ceria.
“Ceria sangat bersyukur karena praktik baik yang kami upayakan selama ini diapresiasi oleh banyak pihak. Tidak hanya pemerintah daerah, pemerintah pusat dan perbankan juga turut mengapresiasi smelter ‘merah-putih’ kami," kata Tatang.
November silam, perwakilan Dewan Ekonomi Nasional dan tim Benchmark Mineral Intelligence (BMI) sempat melakukan kunjungan untuk memperdalam implementasi praktik ESG di sektor pertambangan.
"Tentu hal ini menjadi pemicu bagi kami untuk terus mempertahankan kinerja optimal seluruh insan Ceria agar ke depannya kinerja kami juga dapat terapresiasi melalui penghargaan-penghargaan lain dan berhasil menepatkan Ceria dalam jajaran perusahaan tambang internasional yang membanggakan bangsa Indonesia terutama dalam rantai pasok mineral strategis khususnya nikel” pungkas Tatang.
Editor : Asdar Zuula