Banjir Bandang Terjang Kolaka Utara, Ratusan Warga di 3 Desa Terisolasi dan Krisis Air Bersih

Lanjut Haerul, fasilitas saluran air bersih yang mengalir ke tiga desa yakni, Powalaa, Lambipi, dan Pasampang mengalami kerusakan parah.
Banyak pipa saluran yang hanyut terbawa arus, menyebabkan warga pada tiga desa tersebut tidak memiliki akses air bersih untuk sementara waktu.
“Kami benar-benar kesulitan air bersih. Jika harus diperbaiki, kemungkinan butuh waktu sekitar satu minggu sebelum kembali normal. Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki fasilitas ini karena ini menyangkut kebutuhan mendesak masyarakat,” tambah Haerul.
Sementara jembatan yang roboh merupakan jalur utama bagi 80 persen warga Dusun 5 yang setiap hari menggunakannya untuk menuju lahan perkebunan mereka.
Tanpa akses itu, kata Haerul, kegiatan ekonomi warga akan terganggu secara signifikan, memperburuk kondisi mereka pasca-bencana.
Bencana banjir dan longsor bukan kali pertama terjadi di Kolaka Utara. Berbagai pihak menyebutkan bahwa eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, seperti perambahan hutan dan aktivitas pertambangan, turut memperburuk risiko bencana alam di wilayah ini.
Editor : Asdar Zuula