get app
inews
Aa Text
Read Next : Sejumlah Ruas Jalan di Kota Kendari Banjir, Beberapa Kendaraan Mogok

Banjir Bandang Terjang Kolaka Utara, Ratusan Warga di 3 Desa Terisolasi dan Krisis Air Bersih

Rabu, 02 April 2025 | 17:48 WIB
header img
Banjir Bandang Terjang Kolaka Utara, Ratusan Warga di 3 Desa Terisolasi dan Krisis Air Bersih. (Foto: Istimewa)

KOLAKA UTARA, iNewsKendari.id - Banjir bandang terjang Kecamatan Pakue dan Pakue Tengah, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (1/4/2025) malam.

Banjir ini terjadi akibat meluapnya sungai setelah guyuran hujan deras sejak sore. Puluhan rumah terendam, jembatan penghubung antar dusun di Desa Pasampang sepanjang 25 meter, hancur.

Akibat peristiwa ini, 115 Kepala Keluarga (KK) terisolasi. Menurut Kepala Desa Pasampang, Haerul Akbar, banjir besar seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. 

Kata Haerul, warga yang terisolasi telah diberi imbauan agar tetap berada di dalam wilayah masing-masing hingga akses kembali pulih.

“Kami sangat panik saat melihat air sungai meluap dengan derasnya. Salah satu keluarga, seorang ibu bersama dua anaknya, sempat terjebak di rumah mereka yang berada dekat bantaran sungai. Kami tidak bisa berbuat apa-apa selain berdoa. Alhamdulillah, mereka akhirnya selamat meski rumah mereka mengalami kerusakan parah,” kata Haerul, Rabu (2/4/2025).

Lanjut Haerul, fasilitas saluran air bersih yang mengalir ke tiga desa yakni, Powalaa, Lambipi, dan Pasampang mengalami kerusakan parah. 

Banyak pipa saluran yang hanyut terbawa arus, menyebabkan warga pada tiga desa tersebut tidak memiliki akses air bersih untuk sementara waktu.

“Kami benar-benar kesulitan air bersih. Jika harus diperbaiki, kemungkinan butuh waktu sekitar satu minggu sebelum kembali normal. Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan memperbaiki fasilitas ini karena ini menyangkut kebutuhan mendesak masyarakat,” tambah Haerul.

Sementara jembatan yang roboh merupakan jalur utama bagi 80 persen warga Dusun 5 yang setiap hari menggunakannya untuk menuju lahan perkebunan mereka. 

Tanpa akses itu, kata Haerul, kegiatan ekonomi warga akan terganggu secara signifikan, memperburuk kondisi mereka pasca-bencana.

Bencana banjir dan longsor bukan kali pertama terjadi di Kolaka Utara. Berbagai pihak menyebutkan bahwa eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan, seperti perambahan hutan dan aktivitas pertambangan, turut memperburuk risiko bencana alam di wilayah ini. 

Kerusakan lingkungan yang tidak terkendali membuat daerah ini semakin rentan terhadap banjir dan tanah longsor.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan segera bertindak cepat untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak serta memulihkan akses air bersih. 

Warga sangat membutuhkan bantuan untuk kembali bangkit dari bencana ini, baik dalam bentuk logistik, rehabilitasi, maupun solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Editor : Asdar Zuula

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut