Sempat Bangkrut, Pengusaha Ini Raup Miliaran dari Jualan Kue

Ikhsan Permana SP
.
Senin, 15 Agustus 2022 | 09:33 WIB
Lapis Talas Sangkuriang didirikan oleh Rizka Romadhona bersama suami, Anggara Jati pada tahun 2011. (Foto: Ilustrasi/Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Lapis talas menjadi salah satu buah tangan langganan para pelancong saat berkunjung ke Bogor. Salah satu merek lapis talas paling legendaris di kota Bogor adalah Lapis Talas Sangkuriang, sekaligus yang pertama dan terbesar di kota itu.

Usaha ini awalnya didirikan oleh perempuan asal Surabaya bernama Rizka Romadhona bersama dengan suaminya Anggara Jati pada tahun 2011.

Seperti yang dialami para pengusaha sukses lainnya, perjalanan Rizka dan Anggara membangun usahanya tidaklah mudah, banyak rintangan yang mereka hadapi untuk bisa berhasil seperti sekarang.

Sebelum berjualan kue, sepasang suami istri ini bekerja menjadi pegawai kantor sambil berjualan bakso. Dia menjajakan baksonya ke tetangga dan teman kantor. Dari hasil jualan bakso tersebut, dia mampu meraup untung melebihi gaji yang ia terima dari kerja kantoran.

Merasa usaha baksonya lebih menjanjikan dibandingkan bekerja kantoran, mereka akhirnya memutuskan untuk fokus berjualan bakso dan mengundurkan diri sebagai seorang karyawan. Awalnya usahanya berjalan baik.

Namun, setelah hampir tiga tahun berjalan bisnis tersebut tak mengalami kemajuan sama sekali. Tak ada peningkatan penjualan sama sekali, bahkan terkadang mengalami kerugian. Justru akibat buruknya manajemen mereka saat itu, bisnis bakso itu berakhir bangkrut.

Rizka dan suaminya yang mengalami krisis finansial saat itu sampai harus menjual sebagian harta bendanya demi melunasi utang-utang dan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Keduanya tidak bisa membayar cicilan rumah selama empat bulan sampai mengalami penyitaan.

Belajar dari kesalahan, akhirnya mereka mulai memikirkan kembali untuk merintis usaha baru. Suatu saat, Rizka terpikir ramainya pengunjung Kota Bogor bisa menjadi sumber penghasilan. Dia terpikir untuk menjual oleh-oleh untuk para pengunjung tersebut.

Bogor yang terkenal akan talasnya menjadi inspirasi Rizka untuk membuat kuliner berbahan dasar talas, hingga lahirlah lapis talas Bogor. Di kampung halaman Rizka sendiri ada lapis Surabaya, hal ini juga menjadi sumber ide Rizka untuk menciptakan lapis Bogor.

Bermodalkan uang sebesar Rp500.000, serta meminjam alat pembuat kue dari mertua, Rizka bersama suami mulai merintis usaha lapis talas Bogor.

Bermula dari pemasaran kecil ke orang sekitar hingga ke pameran-pameran dari pemerintahan, kini Lapis Bogor Sangkuriang sudah menjadi sangat besar. Rizka dan suaminya bahkan berhasil mendirikan pabriknya sendiri.

Saat ini karyawan Lapis Bogor sudah mencapai 1.000 orang. Per harinya, mereka bisa memproduksi sekitar 3.000 loyang lapis talas Bogor.

Sejak Lapis Bogor Sangkuriang berdiri, lapis Bogor sudah menjadi ikon bagi kota tersebut. Setiap pelancong yang datang ke Bogor seringkali menjadikan kue berbahan talas ini sebagai oleh-oleh.

Pada 2020, omzetnya mencapai Rp46 miliar. Hal ini belum ditambah dengan produk diferensiasi lainnya seperti Lapis Kukus Surabaya di Surabaya yang berdiri pada 2015, serta Bakpia Tugu Kukus di Yogyakarta dan Bolu Susu Lembang di Bandung yang berdiri pada 2017.

Pencapaian mereka sekarang tidak lepas dari perjuangan yang gigih dan tidak putus asa, selain itu kepandaian melihat peluang juga menjadi salah satu kunci sehingga mereka mampu melewati segala ujian yang dihadapi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Asdar Zuula
Bagikan Artikel Ini