Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tradisi Terima Baju PDH Teknik Sipil UHO Memakan Korban, Seorang Mahasiswi Terluka Dianiaya Senior
Advertisement . Scroll to see content

Tradisi Obat Mentawai Terancam Punah, Kukru Kerei Jadi Harapan Terakhir

Sabtu, 24 Mei 2025 | 18:56 WIB
  • author Rus Akbar
Tradisi Obat Mentawai Terancam Punah, Kukru Kerei Jadi Harapan Terakhir
Tradisi Obat Mentawai Terancam Punah, Kukru Kerei Jadi Harapan Terakhir. (Foto: Rus Akbar)

“Kalau obat saya tidak mempan, saya panggil sikerei lain,” ujar Kukru. Ini bukan soal gengsi, melainkan bagian dari etika penyembuhan dan rasa tanggung jawab antar sesama sikerei.

Namun, regenerasi menjadi tantangan besar. Dari 62 sikerei aktif yang tercatat pada 2011, kini hanya tersisa 35 orang. Banyak generasi muda yang enggan melanjutkan tradisi ini, memilih pekerjaan yang lebih cepat menghasilkan.

“Saya belajar karena terpaksa. Istri saya sakit, dan tidak ada yang mau bantu. Akhirnya saya belajar sendiri,” kata Kukru.

Tradisi yang Terancam Hilang

Menjadi sikerei bukan perkara mudah. Prosesnya panjang, memerlukan ketekunan, biaya, serta komitmen spiritual. Pantangan seperti tidak menyentuh istri setelah mengobati pasien adalah salah satu bentuk kedisiplinan yang dijalani seumur hidup.

Kondisi ini diperparah oleh modernisasi. Anak-anak muda kini lebih tertarik menanam pinang, bekerja di luar pulau, atau melanjutkan sekolah. Tradisi turun-temurun yang dulu diwariskan melalui pengalaman dan pengamatan, kini mulai dilupakan.

Editor: Asdar Zuula

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut