Lebih lanjut, La Ode menilai sikap defensif berlebihan justru berpotensi merusak kualitas ruang digital. Menurutnya, ruang publik akan menjadi tidak sehat jika diisi oleh narasi tunggal yang kebal dari koreksi.
“Demokrasi digital akan mati kalau kritik dibungkam dengan narasi fitnah. Kritik adalah vitamin bagi demokrasi, bukan racun,” pungkas La Ode.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Artikel Terkait
News Update
