KONAWE, iNewsKendari.id - Sebanyak 143 hektare sawah di Desa Ameroro, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) terancam gagal tanam.
Pasokan air dari Bendungan Ameroro, yang diresmikan oleh Presiden ke-7 Joko Widodo pada tahun 2024, tidak berhasil menjangkau area persawahan tersebut.
Astamar, salah satu petani Desa Ameroro, mengungkapkan bahwa kondisi ini sangat berbeda dibandingkan sebelumnya. Ia mengatakan sebelum adanya Bendungan Ameroro, kebutuhan air untuk persawahan selalu terpenuhi.
"Selama ini kami cukup air, tapi musim ini sampai sekarang air belum sampai di sawah," kata Astamar, Kamis (4/4/2025).
Musim tanam padi sawah sebenarnya telah berlalu sejak pertengahan Maret 2025. Namun, hingga kini para petani belum dapat memulai proses penanaman padi. Bahkan, menggarap tanah pun terhambat akibat minimnya pasokan air, meski jarak sawah dengan Bendungan Ameroro hanya sekitar 3 kilometer.
Beberapa petani yang memiliki pompa air mencoba menyedot air buangan untuk memenuhi kebutuhan sawah mereka. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki alat tersebut, hanya bisa pasrah.
Editor : Asdar Zuula
Artikel Terkait